Jombang-Belajar tak melulu harus di dalam kelas. Itulah yang menjadi dasar pikiran MTsN 6 Jombang mengadakan kegiatan Pembelajaran di Luar Kelas. Kali ini kunjungan berpusat di Makam Gusdur dan Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asyari.
Dengan menggunakan kereta kelinci, rombongan MTsN 6 Jombang ini melaju sekitar pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas VII dan VIII. Tentunya ada Bapak Ibu Guru yang mendampingi siswa selama kegiatan.
Iwan Zumadi, selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum mengungkapkan bahwa kegiatan pembelajaran di luar kelas ini dilaksanakan untuk memahami sejarah masuknya Islam di Indonesia. “Tentunya kita disini tidak hanya jalan-jalan tapi ada umpan balik yang telah disiapkan untuk anak-anak. Tidak sulit, anak-anak bebas berekspresi.”, ungkap beliau lebih lanjut.
Sejarah Islam Indonesia ini bisa dilihat dalam kunjungan ke museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asyari. Di dalam museum siswa-siswi MTsN 6 Jombang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama untuk kelas VII sedangkan sesi kedua untuk kelas VIII. Siswa-siswi diajak berkeliling oleh pihak pemandu museum bahkan diajak untuk menonton film dokumenter. Kegiatan yang sangat asyik untuk para siswa. “Ternyata tidak perlu jauh-jauh untuk melihat museum, saya sangat terkesan.”, ungkap salah satu siswa kelas VII.
Selain berkunjung ke museum, tak lupa rombongan MTsN 6 Jombang ini juga berziarah ke makam Gusdur. Dengan khusyuk para siswa didampingi Bapak Ibu Guru memunajatkan doa. Doa tahlil dipimpin oleh salah satu guru, Bapak M. Solahudddin. Harapannya tentunya siswa-siswi lebih mengenal tokoh-tokoh yang berada di Jombang dan dapat memetik buah positif dari keteladan tokoh tersebut. Seperti yang ketahui, KH. Abdulrahman Wahid yang kita kenal sebagai Gusdur memang dimakamkan di Jombang. (lil)


