Pada hari Minggu, 21 September 2025, MTsN 6 Jombang turut serta dalam kegiatan Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Ulang Tahun ke-61 Jamâiyah Mahabbaturrasul (JMR) di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Acara karnaval yang berlangsung meriah ini diikuti oleh berbagai satuan pendidikan, mulai dari RA, MI, SD, MTs hingga MA yang ada di wilayah Desa Sumbermulyo. Setiap lembaga diberi kesempatan untuk menampilkan atraksi terbaiknya di titik start yang berlokasi di Dusun Bapang dan finish di panggung utama di Dusun Semanding. MTsN 6 Jombang mendapat kehormatan tampil pada urutan ke-12.
Pada tahun ini, MTsN 6 Jombang menampilkan tokoh utama Sultan Agung Hanyokrokusumo, yang dikenal juga dengan gelar Sultan Agung Adi Prabu Anyakrakusuma, sosok pemimpin besar Kerajaan Mataram yang masyhur dengan ketegasan, kecintaan terhadap rakyat, serta jasanya dalam menyatukan nusantara. Kehadiran tokoh ini dalam karnaval dimaksudkan untuk meneladani kepemimpinan yang bijaksana dan berwibawa, selaras dengan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan akhlak mulia dan kepemimpinan yang penuh kasih.
Formasi karnaval MTsN 6 Jombang terdiri dari lima pasukan. Rangkaian dimulai dengan Pasukan Bhineka, yang melambangkan persatuan dalam keberagaman. Selanjutnya tampil Pasukan Pembawa Bendera dengan semangat nasionalisme, diikuti oleh Pasukan Drumband yang mengiringi langkah dengan irama yang semarak. Barisan berikutnya adalah Pasukan Penari Putri, yang menampilkan gerak tari penuh keanggunan sebagai wujud ekspresi budaya. Karnaval ditutup dengan Pasukan Bendera Putra yang membawa bendera sebagai simbol kejayaan dan kebanggaan untuk menyapa para penggembira yang memenuhi area tepi jalur karnaval.
MTsN 6 Jombang tampil di bawah komando Kepala Madrasah Drs. H. Ahmadi, M.Sy. Pada tahun 2025 ini, panitia pelaksana karnaval yang diketuai oleh H. Ahmad Muzakki, S.Pd. mengerahkan seluruh guru dan pegawai untuk mendampingi para siswa peserta karnaval. Setiap pasukan mendapat dukungan lima hingga sepuluh guru pendamping yang memastikan keteraturan, keamanan, serta kenyamanan siswa selama kegiatan berlangsung. Kehadiran para guru dan pegawai bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai motivator yang membimbing siswa agar dapat menampilkan kreativitas terbaik mereka.
Kegiatan karnaval tahunan ini menjadi ajang hiburan masyarakat, juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa. Anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta keberanian tampil di hadapan publik. Selain itu, melalui pengenalan tokoh Sultan Agung, siswa diingatkan akan pentingnya meneladani nilai-nilai kepemimpinan, kecintaan terhadap budaya bangsa, dan semangat perjuangan.
Partisipasi MTsN 6 Jombang dalam karnaval budaya ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mengintegrasikan pendidikan akademik, budaya, dan keagamaan. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cinta tanah air, dan bangga akan budaya bangsa.[ush]






