Jombang, 15 Januari 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Mushalla Al Mansur MTsN 6 Jombang pada Kamis pagi. Usai melaksanakan pembiasaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), seluruh keluarga besar madrasah—mulai dari Bapak/Ibu guru, karyawan, hingga siswa-siswi kelas 7, 8, dan 9—berkumpul untuk memperingati peristiwa agung Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Tahun ini, MTsN 6 Jombang mengusung tema yang sangat relevan dengan kondisi global: “Shalat sebagai Solusi Menemukan Makna dan Kekuatan dalam Ibadah di Tengah Krisis Kemanusiaan.”
Pembukaan yang Megah dan Multibahasa
Acara dibuka dengan lantunan selawat yang menggema dari grup Al-Banjari MTsN 6 Jombang. Kemeriahan semakin terasa saat tiga orang pembawa acara (MC) naik ke atas panggung. Uniknya, mereka memandu acara dengan tiga bahasa sekaligus:
- Nurul Afriani (8D) – Bahasa Indonesia
- Septia Dwi Rahmadani (9C) – Bahasa Arab
- Safira Naila Maghfiroh (8F) – Bahasa Inggris
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ali Ahmad Fahmi (8C), didampingi Ariana Fitriani (8D) sebagai pembaca sari tilawah.
Kekhusyukan suasana tersebut berlanjut pada agenda berikutnya, yaitu penyampaian sambutan dari pihak madrasah. Dalam sambutannya, Bapak M. Sholahuddin, S.Pd., M.Pd.I. (Waka Sarpras), yang mewakili Kepala Madrasah, menekankan pentingnya menjadikan shalat sebagai jangkar moral dan kekuatan spiritual, terutama saat dunia sedang menghadapi berbagai krisis kemanusiaan.
Ulasan Milenial: Kisah Isra Mikraj dan Kuis Interaktif
Memasuki acara inti, Rahadirga Umar Rasidin (8E) yang berperan sebagai Dai tampil menyampaikan ulasan mengenai perjalanan malam Rasulullah. Rahadirga berhasil menghidupkan suasana dengan memadukan cerita sejarah dan penerapannya di masa kini, lengkap dengan sesi kuis berhadiah.
Sesi kuis berlangsung seru:
- Ali Ahmad Fahmi (8C) berhasil menjawab pertanyaan pertama.
- Pertanyaan kedua sempat dijawab oleh Ninis Lailatul Zahro (8C), namun kurang tepat saat ditanya mengenai nama paman Nabi yang wafat sebelum Isra Mikraj. Jawaban tersebut kemudian disempurnakan oleh Abdullah Zaki Mubarok (8E) (Abu Thalib).
- Wisnu Priyo Wicaksana (9A) memukau hadirin saat menjelaskan perbedaan shalat dengan ibadah lainnya. “Shalat diturunkan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad, sedangkan ibadah lain melalui perantara Malaikat Jibril,” jawabnya tegas.
- Pertanyaan keempat berhasil dijawab oleh Hudzaifi Al Ghifari (8A)
- Galuh Lailatul Fadhilah (8D) berhasil menjawab kuis kelima.
Rahadirga menutup sesinya dengan pesan mendalam tentang hikmah Isra Mikraj yaitu Perbaiki shalatnya (jangan bolong-bolong lagi, jangan diakhir-akhirkan waktunya. Perbaiki akhlaknya (sayangi teman, hormati guru dan patuhi orang tua), Perbaiki semangatnya (ingatlah bahwa langit saja bisa ditembus oleh Nabi Muhammad atas izin Allah, apalagi cuma mimpi-mimpi kalian. Pasti bisa tercapai asalkan kalian melibatkan Allah dalam setiap langkah. Lalu Rahadirga memberikan sebuah pantun yang disambut tawa renyah audiens :
Makan nasi lauknya ikan
Ikan dipancing di air jernih
Kesalahan mohon dimaafkan
Cukup sekian dan terima kasih.
Estafet dakwah dilanjutkan oleh Alfiyahtu Rahmawati (7B). Dengan gaya bicara yang tenang namun lugas, Alfi menjelaskan istilah Amul Huzni (Tahun Kesedihan) yang dialami Nabi Muhammad, peristiwa Isra Mikraj.
Alfi juga memberikan pertanyaan untuk menarik perhatian teman-teman dan menciptakan komunikasi dua arah. Pertanyaan pertama berhasil dijawab dengan benar oleh M. Izzudin Usamah (7F) dan disusul jawaban tepat dari Anju Asfa (7C) pada kuis berikutnya.
Kemudian Alfi melanjutkan isi dakwah. Alfi membawa audiens “menjelajah” dari langit pertama hingga ketujuh, merinci nabi-nabi yang ditemui Rasulullah hingga mencapai Sidratul Muntaha. Ia menceritakan momen kritis saat perintah shalat turun dari 50 waktu hingga menjadi 5 waktu atas saran Nabi Musa AS, namun tetap memiliki pahala setara 50 waktu.
Antusiasme siswa tetap tinggi hingga akhir sesi kuis yang dimenangkan oleh Eka Wahyu Salsabila (7C), Firda Aurora (8D), dan Agis Rahmad Maulidin (7F).
Penutup dan Doa
Sebagai penutup rangkaian ibadah, doa bersama dipimpin oleh Azzahra Aulia Fuadah (7D) dan Bapak M. Taufiqurrahman, M.H.i. Acara berakhir dengan salam kompak dari ketiga MC, meninggalkan pesan mendalam bagi seluruh warga madrasah untuk terus menjaga kualitas shalat sebagai fondasi kehidupan. (rdn)
