Jombang, 2 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, MTsN 6 Jombang menyelenggarakan upacara bendera pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 dengan penuh khidmat dan makna. Upacara ini diikuti oleh seluruh civitas academica, mulai dari guru, staf tata usaha, hingga siswa kelas VII, VIII, dan IX.
Suasana upacara tampak berbeda dan istimewa. Para bapak dan ibu guru serta staf tata usaha mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, sementara para siswa tampil rapi dengan balutan baju lurik. Nuansa kebudayaan yang kental ini semakin menambah semangat nasionalisme dalam peringatan hari bersejarah tersebut.
Petugas upacara yang berasal dari anggota OSIS MTsN 6 Jombang menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Rahadirga Umar Said bertindak sebagai pemimpin upacara. Pembacaan teks pembukaan dilakukan oleh Syifa Yuanita Subianto dengan penuh penghayatan. Pengibaran bendera Merah Putih dilaksanakan oleh Galuh Lailatul Fadzila, Khuril Jannah, dan Safira Naila Maghfiroh dengan gerakan yang kompak dan tertib.
Jalannya upacara dipandu oleh pembawa acara, Adyasta Fadhil, yang memimpin setiap rangkaian kegiatan dengan baik. Sementara itu, Muhammad Farid bertugas sebagai ajudan yang sigap mendampingi pembina upacara. Doa dipanjatkan dengan khusyuk oleh Alfiyahtu Rahmawati dan Anju Asfa, memohon keberkahan bagi dunia pendidikan Indonesia.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak Yasir Taufiqillah, S.Pd.I. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk refleksi, memperkuat komitmen, serta menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional.
“Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional,” ungkap beliau.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa hakikat pendidikan merupakan proses yang dijalankan dengan ketulusan dan kasih sayang, serta bertujuan untuk memanusiakan manusia. Pendidikan juga menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan potensi dasar manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia.
Dalam amanat tersebut, beliau juga mengutip pemikiran Ki Hajar Dewantara yang memperkenalkan sistem among, yaitu asah (pengembangan ilmu pengetahuan), asih (kasih sayang), dan asuh (pembinaan) sebagai dasar dalam pendidikan.
Selain itu, kegiatan upacara juga diisi dengan pembacaan deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) oleh Bapak Iwan Zumadi, S.Pd.I. Deklarasi tersebut menegaskan komitmen kuat MTsN 6 Jombang dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berpihak pada hak anak.
Isi deklarasi tersebut antara lain:
mewujudkan satuan pendidikan yang berkomitmen untuk memenuhi dan melindungi hak anak selama berada di satuan pendidikan; merencanakan dan melaksanakan program kegiatan dengan prinsip non-diskriminasi serta kepentingan terbaik bagi anak; menciptakan lingkungan yang bersih, aman, ramah, inklusif, sehat, dan nyaman; serta menerapkan disiplin tanpa kekerasan dan tanpa merendahkan martabat peserta didik.
Selain itu, seluruh warga sekolah berkomitmen menjadi teladan yang baik, menjadikan peserta didik sebagai duta sekolah ramah anak, serta menciptakan lingkungan bebas dari vandalisme, kekerasan fisik maupun nonfisik, dan tindakan menyimpang lainnya. Nilai-nilai pendidikan karakter seperti religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong royong juga menjadi landasan utama.
Deklarasi tersebut juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang menyediakan makanan sehat, informasi layak anak (bebas dari pornografi dan pornoaksi), kawasan tanpa asap rokok, bebas narkoba, aman dari bencana, serta mencegah radikalisme dan berbagai bentuk perlakuan salah lainnya.
Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di MTsN 6 Jombang ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh warga madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, berkarakter, dan berorientasi pada masa depan generasi bangsa. (rdn)






