Semangat Hari Kebangkitan Nasional ke-118, MTsN 6 Jombang Gaungkan “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di MTsN 6 Jombang berlangsung dengan khidmat pada hari Rabu, 20 Mei 2026 di lapangan madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademika MTsN 6 Jombang sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme generasi muda.

Bertugas sebagai pemimpin upacara adalah Rahadirga Umar Said yang menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan disiplin. Sementara itu, pembawa bendera dipercayakan kepada Galuh Lailatul Fadzilah dari kelas 8C, Syafira Naila Maghfiroh kelas 8F, Dita Rahmania kelas 8C. Adapun pembawa acara atau MC dalam kegiatan tersebut adalah Adyasta Fadhil dari kelas 8F yang memandu jalannya upacara dengan tertib dan lancar. Bertugas sebagai asisten pembina upacara yaitu Nizam Zulfikar dari kelas 8E. Muhammad Farris Septiyani kelas 8D bertugas sebagai penjemput upacara.

Suasana upacara semakin khidmat dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta lagu wajib nasional Bangun Pemudi Pemuda yang dipimpin oleh dirigen Ninis Lailatul Zahro dari kelas 8C. Pembacaan teks UUD 1945 dilakukan oleh Shifa Yuanita Subianto dari kelas 8A dengan suara lantang dan penuh penghayatan. Selanjutnya, pembacaan Panca Prasetya Peserta Didik disampaikan oleh Anju Asfa dari kelas 7C sebagai bentuk komitmen peserta didik dalam menjaga nilai-nilai kedisiplinan dan semangat belajar.

Pembina upacara pada kesempatan tersebut adalah Bapak M. Sholahuddin, S.Pd., M.Pd.I. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dengan tema utama “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut menekankan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Beliau juga menyampaikan pentingnya literasi digital bagi generasi muda. Peserta didik diajak untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pelaku utama transformasi digital yang produktif, kreatif, dan berdaya saing global. Selain itu, pidato tersebut mengingatkan kembali semangat perjuangan Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, ketika kaum terpelajar bersatu demi membawa perubahan bagi bangsa Indonesia. Semangat persatuan, kerja keras, dan pantang menyerah tersebut diharapkan dapat terus tumbuh dalam diri generasi muda saat menghadapi tantangan di era digital.

Dalam amanatnya juga disampaikan pentingnya menjaga persatuan nasional, merawat kebersamaan, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. Seluruh peserta upacara diajak untuk bijak dalam menggunakan media digital serta mampu menyaring informasi yang beredar agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.

Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Ali Achmad Fahmi dari kelas 8C. Doa tersebut merupakan bentuk rasa syukur dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semangat kebangkitan bangsa Indonesia. Dalam doa tersebut juga dipanjatkan ampunan dan kasih sayang Tuhan bagi para pejuang bangsa yang telah mendahului. Acara ditutup dengan doa keselamatan dunia akhirat atau doa Sapu Jagad serta harapan agar seluruh doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah SWT.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, diharapkan seluruh warga MTsN 6 Jombang dapat terus menumbuhkan semangat persatuan, meningkatkan literasi digital, dan menjaga tunas bangsa demi kedaulatan negara. Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Bangsa.” (rdn)