ANAK TERLANTAR

Suatu hari , Reyhan sedang mencari udara segar di luar, saat itu ia bertemu anak kecil berusia 6th. Anak kecil itu menangis tiada henti, lalu Reyhan berusaha mendekati dan menenangkan anak itu. “Kamu kenapa menangis? ” , tanya Reyhan.

Anak itu menjawab, “Aku sangat lapar.”

Reyhan bertanya balik “orang tua mu mana?”.

Reyhan sempat kaget karena anak itu berkata, “Saya tidak punya orang tua kak ,saya ditelantarkan ,dari kecil saya tinggal di panti asuhan ,dan saat saya bermain saya di culik. Setelah itu saya disuruh ngamen di jalanan. Saya tidak diberi makan, saat ini saya sangat lapar”. Ah anak itu menangis.

“Mari, kakak antar kamu pulang!”, ajak Reyhan.

“Pulang ke mana Kakak?” , tanya anak itu.

“Ke tempat tinggal kamu.”, jawab Reyhan lagi.

“Maaf  Kak saya tidak punya rumah dan saya lupa jalan ke panti” , kata anak itu.

Reyhan pun mengajak anak itu ke rumahnya. Siapa tadi namanya, nanti saja.  Sesampainya di  rumah, Reyhan mengambilkan makanan dan minum untuk anak itu sambil berkata, “Dimakan ya kamu jangan sampai kelaparan.”. Reyhan tersenyum.

“Makasih banyak ya Kak. Kakak baik banget”, anak itu berkata di sela-sela makannya yang lahap.

Reyhan  pun bertanya, “Nama kamu siapa?”.

“Latif Kak.”

“Sebaiknya kamu tinggal sama kakak saja”, ajak Reyhan.

“Beneran kak?”

“Iya beneran”, jawab Reyhan sambil tersenyum lagi.

“Tapi kak emangnya tidak di marahi orang tua kakak?” ,tanya Latif. Reyhan termenung sebentar lalu menjawab “Orang tua kakak kerja di luar negeri saat kakak berusia 12th . Mereka jarang pulang. ,Kakak tinggal sama nenek,tapi nenek sudah meninggal karena terkena serangan jantung dan usianya sudah begitu tua”, Reyhan menghela napas. Menahan.

Latif mengelus tangan Reyhan sambil berkata “Yang sabar ya Kak”.

 

Dan waktu sudah malam,Reyhan mengajak latif tidur bersamanya.

“Kak,kenapa aku di telantarkan sama orang tua ku , apa salah ku? Apa mereka tidak sayang sama aku?”.

” Sssst. Tidak usah dipikirkan.  Ya sudah tidur ya,,sudah malam”.

Latif pun tidur di samping Reyhan. Reyhan meneteskan air matanya, Sambil mengelus rambut latif, hati reyhan sangat terpukul dan berkata “Masih beruntung saya mempunyai orang tua yang sayang sama saya”. Reyhan pun tidur. Dan mereka kini bersama sama walau bukan saudara kandung

 

Ditulis oleh :  Adelia Salsabilla