Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Hypnoteaching ke 2

Pada hari Rabu, 19 November 2025, MTsN 6 Jombang kembali menunjukkan komitmennya sebagai sekolah ramah anak melalui kegiatan Hypnoteaching yang dipimpin oleh Bapak Muzaiyin, S.Pd. dan didampingi oleh seluruh Bapak/Ibu guru dan karyawan MTsN 6 Jombang. Kegiatan ini dilaksanakan di Mushalla Al Ikhlas dan diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh antusias. Hypnoteaching menjadi salah satu cara madrasah untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, menyenangkan, dan membantu siswa menghilangkan kebiasaan belajar yang kurang baik melalui pendekatan sugesti positif.

Pembukaan dan Pengenalan Positive Thinking & Positive Feeling

Di awal kegiatan, Pak Muzaiyin, S.Pd. mengajukan pertanyaan kepada para siswa, “Apa itu positive thinking?”

Pertanyaan ini langsung dijawab oleh Anju Asfa dari kelas 7C dengan jawaban singkat namun tepat: “Berpikir positif.” Sebagai bentuk apresiasi, Bapak Muzaiyyin, S.Pd. memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi karena menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri menjawab soal.

Pertanyaan kedua mengenai positive feeling dijawab oleh Cinta dari kelas 8E yang mengatakan bahwa positive feeling adalah “perasaan yang baik, berperasaan bahagia.”

Bapak Muzaiyin, S.Pd. kemudian menegaskan kepada seluruh siswa bahwa berpikir positif adalah hal yang harus dibiasakan. Ketika beliau bertanya, “Bisa ya berpikir positif?”, seluruh siswa serempak menjawab, “Ya!”

Beliau mengingatkan bahwa pikiran negatif harus dihilangkan karena kunci kesuksesan terletak pada positive thinking dan positive feeling.

Latihan Relaksasi dan Sugesti Positif

Para siswa kemudian diarahkan untuk duduk dengan santai dan nyaman. Pak Muzaiyin, S.Pd. memandu mereka untuk relaks dan mengikuti instruksi dengan penuh konsentrasi.

Beliau memberikan dua prinsip awal:

1. Niat mewujudkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin harus tertanam dalam hati.

2. Yakin bahwa itu bisa terwujud.

Siswa diminta memperhatikan jari-jari tangan mereka, terutama jari kelingking, lalu membayangkannya dan menaruhnya dalam pikiran. Setelah itu, mereka diminta mengukur panjang jari dengan menyatukan kedua telapak tangan, menutup mata, menarik napas, dan memberikan sugesti pada satu jarinya untuk “bertambah panjang.” Ketika dicek kembali, terdapat dua siswa yang berhasil merasakan perubahan, yaitu Icha (9C) dan Zidni (8A).

Menurut Pak Muzaiyyin, kemampuan ini muncul karena kekuatan fokus dan keyakinan. Apa yang dipikirkan dapat menjadi kenyataan.

Eksperimen “Lem Tak Kasat Mata”

Empat siswa terpilih sebagai sukarelawan untuk maju ke depan yaitu Zidni (8A), Faiz (8B), Icha (9C), Anju Asfa (7C).

Mereka diminta menutup mata, mengangkat jari telunjuk, dan membayangkan ada guru-guru seperti Bu Maria, Bu Lilis, Pak Fahmi, dan Pak Yasir yang mengoleskan “lem tak kasat mata” di ujung jari mereka.

Dengan sugesti yang kuat, para siswa membayangkan lem tersebut semakin lengket hingga jari perlahan menempel ke hidung. Saat diminta melepaskannya, justru terasa semakin sulit karena sugesti yang menancap dalam pikiran mereka.

Latihan ini mengajarkan bahwa pikiran memiliki pengaruh besar terhadap tubuh. Semakin rileks seseorang, semakin mudah sugesti positif bekerja.

Relaksasi Mendalam: Menyusuri Masa Lalu dan Rasa Syukur

Seluruh siswa kemudian mengikuti sesi relaksasi mendalam. Mereka diminta memejamkan mata, mengatur napas perlahan, dan membayangkan berada di tempat yang tenang seperti danau yang luas. Mereka dibimbing masuk ke ruang imajinasi yang aman, nyaman, dan bebas dari penilaian.

Bapak Muzaiyin, S. Pd. memandu mereka untuk melihat masa lalu seperti menonton film dari jarak aman—mulai dari proses ibu mengandung, ayah yang bekerja keras, hingga perjuangan ibu saat melahirkan. Siswa diajak merasakan betapa besar pengorbanan orang tua terhadap diri mereka.

Melalui visualisasi cahaya hangat yang menyelimuti tubuh, siswa diarahkan untuk menumbuhkan rasa syukur, semangat baru, dan tekad menjadi pribadi yang lebih baik.

Penutup

Kegiatan ditutup dengan tepuk tangan meriah. Bapak Muzaiyin, S.Pd. mengingatkan bahwa apa yang dilakukan hari ini adalah langkah untuk membangun motivasi belajar serta melatih pikiran agar selalu positif.

Akhirnya, seluruh peserta bersama-sama berdoa agar menjadi anak-anak yang sukses dan berakhlak mulia.

Kegiatan Hypnoteaching ini semakin memperkuat peran MTsN 6 Jombang sebagai madrasah yang peduli pada perkembangan mental dan emosional siswa, sehingga mereka dapat belajar dalam suasana yang lebih nyaman, damai, dan menyenangkan. Semoga kegiatan ini memberikan dampak besar terhadap perubahan perilaku dan semangat belajar para siswa. (rdn)