Marketing Day merupakan kegiatan kokurikuler dari subkegiatan GERAMM berupa GEMI (Gerakan Madrasah Inovatif) yang menjadi wadah pengembangan kreativitas, kemandirian, serta kemampuan berwirausaha peserta didik dalam lingkungan Satuan Pendidikan Ramah Anak. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang praktik berdagang, tetapi juga sebagai pengalaman belajar bermakna yang melibatkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter.
Pelaksanaan Marketing Day dimulai sejak Selasa pekan sebelumnya melalui kegiatan paparan materi dan diskusi persiapan mengenai konsep trading, yaitu penentuan menu yang akan dijual, perencanaan pengadaan bahan, serta strategi penjualan. Tahapan ini mengajak peserta didik untuk berpikir kritis, terlibat aktif, serta mengambil keputusan sesuai kemampuan masing-masing. Setiap kelas membuka lapak mandiri dan memilih lokasi usahanya sendiri sebagai bentuk simulasi pasar yang sesungguhnya.
Pada hari pelaksanaan, kegiatan trading dimulai setelah seluruh peserta mengikuti Sholat Dhuha bersama, menegaskan bahwa aktivitas ekonomi dikaitkan dengan nilai-nilai keberkahan dan etika Islami. Marketing Day diikuti oleh 16 kelas yang terdiri dari kelas 7, 8, dan 9 sehingga suasana kegiatan menjadi hidup, penuh kreativitas, dan sarat interaksi positif antar peserta.
Sebagai penguatan pembelajaran lintas disiplin, Bapak/Ibu Guru Fasilitator Kokurikuler kelas 7A hingga 9D dimohon memberikan uraian mengenai “Market/Pasar” dari sudut pandang mata pelajaran yang diampu. Setiap guru berkontribusi sesuai karakter kompetensi bidang masing-masing agar peserta didik memperoleh pemahaman yang utuh dan kontekstual. Guru Matematika dapat mengaitkan kegiatan pasar dengan konsep perhitungan untung-rugi, modal, dan laba melalui penjelasan mengenai “itung-itungan” transaksi. Guru Aqidah Akhlak dapat menanamkan pemahaman tentang akhlak terpuji dalam berdagang, seperti kejujuran, tidak menipu takaran, dan menjaga amanah. Guru Bahasa Inggris dapat memperkenalkan istilah internasional seperti market, mini market, mall, hingga ungkapan-ungkapan umum yang digunakan dalam transaksi jual beli atau prosedur pembuatan menu dan perlengkapan berjualan dalam berbahasa Inggris. Guru mapel lainnya dapat memberikan sudut pandang yang relevan, seperti peran ekonomi dalam sejarah, budaya transaksi masyarakat, higienitas pangan dalam IPA, atau desain kemasan dalam Seni Budaya.
Melalui rangkaian tersebut, Marketing Day tidak hanya menjadi kegiatan jual beli sederhana, tetapi merupakan pembelajaran terpadu yang menumbuhkan kecakapan hidup, keterampilan sosial, kreativitas, serta nilai karakter Islami sesuai prinsip Satuan Pendidikan Ramah Anak. Kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman positif yang memperkuat kemandirian, kebersamaan, dan semangat inovasi seluruh warga madrasah.[ush]


