JOMBANG – Mengakhiri rangkaian kegiatan Masa Ta’ruf Siswa Madrasah (Matamuda) tahun ajaran 2026/2027, Gugus Depan Gerakan Pramuka MTsN 6 Jombang sukses menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa). Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 17 hingga 18 Juli 2026 ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 7, bertempat di lingkungan madrasah. Perjusa dirancang bukan hanya sebagai penutup orientasi, melainkan sebagai wadah pembentukan karakter, kemandirian, dan kedisiplinan sejak dini.
Rangkaian kegiatan Perjusa diawali dengan kedatangan para peserta sejak pukul 13.00 WIB pada hari Jumat (17/07). Didampingi oleh orang tua masing-masing, antusiasme para siswa baru terlihat sangat tinggi saat membawa perlengkapan kemah mereka. Setelah proses registrasi dan pembagian ruang selesai dilaksanakan, seluruh peserta, dewan guru, beserta Pembina Pramuka berkumpul di lapangan utama madrasah untuk melaksanakan Upacara Pembukaan pada pukul 13.45 WIB. Upacara ini menandai dimulainya petualangan kepramukaan yang padat dan edukatif bagi para siswa baru.
Penguatan Karakter Melalui Materi Kepramukaan dan Keagamaan
Usai upacara pembukaan, para peserta langsung disuguhkan dengan berbagai materi penting. Sesi Materi 1 yang berlangsung hingga menjelang Ashar berfokus pada wawasan kepramukaan dasar, kedisiplinan, serta pembiasaan nilai-nilai luhur Dasa Darma Pramuka. Setelah jeda penunaian ibadah shalat Ashar berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan Materi 2 yang menekankan pada kerja sama tim (teamwork) serta kepemimpinan. Kombinasi materi teori dan praktik lapangan ini bertujuan agar para siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru di madrasah.
MTsN 6 Jombang tetap mengedepankan nilai-nilai religiusitas di tengah padatnya aktivitas perkemahan. Memasuki sore hari, tepatnya pukul 17.00 WIB, seluruh peserta bahu-membahu melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan kemah. Langkah ini kemudian diikuti dengan persiapan ibadah, di mana waktu menjelang maghrib hingga ba’da isya sepenuhnya diisi dengan shalat berjamaah, zikir, dan doa bersama. Penanaman nilai spiritual ini menjadi fondasi utama agar kegiatan kepramukaan berjalan seiring dengan visi madrasah yang berakhlakul karimah.
Kobaran Api Unggun dan Kemeriahan Pentas Seni
Malam puncak menjadi momen yang paling dinanti-nantikan oleh seluruh peserta Perjusa. Tepat pukul 20.00 WIB, suasana lapangan madrasah menjadi hening dan khidmat saat Upacara Api Unggun dimulai. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bapak M. Sholahuddin, S.Pd., M.Pd.I. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi api unggun sebagai simbol kehangatan persaudaraan dan pembakar semangat dalam menuntut ilmu. Beliau secara simbolis menyalakan obor utama yang kemudian mengobarkan api unggun besar di tengah lapangan, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.
“Kobaran api ini bukanlah sekadar tontonan, melainkan perlambang semangat muda kalian yang harus terus menyala demi meraih masa depan. Jadikan momentum Perjusa ini sebagai langkah awal untuk membentuk pribadi yang tangguh, mandiri, dan berbakti kepada agama serta bangsa,” ujar Bapak M. Sholahuddin dalam petikan amanatnya
Setelah prosesi api unggun yang khidmat, suasana berubah menjadi riuh dan penuh kegembiraan dengan dimulainya Performance atau Pentas Seni (Pensi) pada pukul 20.20 WIB. Setiap kelompok (regu) menampilkan bakat terbaik mereka, mulai dari penampilan yel-yel kreatif, drama pendek bertema kebersamaan, pembacaan puisi, hingga menyanyi bersama. Acara pentas seni ini menjadi ruang berekspresi sekaligus sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar-siswa baru sebelum mereka beristirahat pada pukul 22.00 WIB.
Spiritualitas Pagi, Outbond, dan Upacara Penutupan
Hari kedua, Sabtu (18/07), dimulai sejak dini hari. Pada pukul 02.00 WIB, para peserta dibangunkan untuk melaksanakan shalat Tahajjud berjamaah, dilanjutkan dengan shalat Subuh dan kultum keagamaan. Aktivitas fisik dimulai pada pukul 05.00 WIB melalui senam pagi bersama guna menyegarkan kebugaran tubuh para siswa.
Pukul 06.00 WIB, keseruan berlanjut dengan kegiatan outbond yang dipandu langsung oleh para Pembina Pramuka dan kakak-kakak penegak. Kegiatan luar ruangan ini diisi dengan berbagai permainan ketangkasan yang melatih fokus, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
Setelah seluruh rangkaian fisik selesai, para peserta melakukan packing perlengkapan dan sarapan bersama secara mandiri. Kegiatan Perjusa resmi diakhiri dengan Upacara Penutupan pada pukul 08.00 WIB yang berjalan dengan lancar dan penuh haru. Penutupan Perjusa ini menandai bahwa siswa kelas 7 telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar MTsN 6 Jombang dan siap menempuh pendidikan dengan semangat baru. Pukul 09.30 WIB, seluruh peserta diperkenankan pulang ke rumah masing-masing membawa pengalaman berharga yang tidak akan terlupakan. (rdn)









