Kegiatan Studi Kunjung MA Unggulan Darul Ulum Rejoso ke MTsN 6 Jombang dalam rangka Penguatan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) dilaksanakan pada hari Rabu, 12 November 2025, bertempat di ruang Meeting MTsN 6 Jombang. Rombongan yang berjumlah 14 orang mengikuti rangkaian acara yang dimulai dengan pembukaan oleh Ibu Lilis Kholisah, S.Pd., dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
Pada sesi sambutan, Kepala MTsN 6 Jombang menyampaikan rasa bahagia atas kunjungan tersebut, mengucapkan terima kasih atas kehadiran rombongan, serta berharap bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi kedua lembaga. Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan tamu, Ibu Nurul, yang mengungkapkan terima kasih atas penerimaan yang hangat sekaligus menjelaskan tujuan studi kunjung, yaitu memperkuat pemahaman implementasi SRA serta cara penyusunan bukti dukung sesuai checklist potensi. Acara inti dilanjutkan hingga sesi penutup berupa do’a yang dipimpin oleh Bapak M. Sholahuddin, M.Pd.I.
Setelah rangkaian sambutan, acara berlanjut pada sesi presentasi oleh Bapak Iwan Zumadi, S.Pd.I., yang memaparkan materi terkait Komponen 1 dalam Satuan Pendidikan Ramah Anak. Dalam paparannya dijelaskan bahwa seluruh upaya pemenuhan layanan pendidikan harus dilakukan secara sadar dan terencana dengan menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama.
Kemudian dibuka sesi tanya jawab yang dipandu oleh Ibu Umi Samsul Hidayati, S.Ag. Terdapat dua penanya, yaitu Bapak Heri dan Ibu Nurul, yang menyoroti persoalan penanganan siswa dengan masalah berulang, sikap ramah anak dalam proses pembinaan, serta pemberian hukuman. Adapun jawaban yang disampaikan adalah bahwa apabila seluruh upaya internal madrasah telah dilakukan namun belum mencapai hasil optimal, maka diperlukan pelibatan pihak terkait sesuai bentuk permasalahan. Untuk mendukung itu, dianjurkan adanya MoU agar kerja sama lintas pihak dapat berjalan dengan jelas dan terarah.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing dalam kelompok kecil bersama para koordinator komponen, sehingga diskusi dapat berlangsung lebih fokus. Setelah seluruh rangkaian dianggap cukup, acara ditutup dengan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan penguatan silaturahmi antara kedua lembaga.[ush]



