MTsN 6 Jombang Gelar GEFA: Praktik Wudlu dalam Semangat Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA)

Jombang, 16 September 2025 – MTsN 6 Jombang terus berkomitmen menghadirkan kegiatan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter religius. Melalui program kokurikuler Gerakan Furudhul Ainiyah (GEFA), madrasah menyelenggarakan praktik berwudlu yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9. GEFA dan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) Sebagai madrasah yang berkomitmen menjadi Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA), setiap kegiatan di MTsN 6 Jombang dirancang untuk: • Menyenangkan: siswa belajar dalam suasana santai, penuh semangat, dan tidak tertekan. • Partisipatif: siswa diberi kesempatan aktif untuk bertanya, mencoba, dan saling mengingatkan saat praktik. • Inklusif: semua siswa mendapat kesempatan yang sama, tanpa membedakan latar belakang. • Aman dan Sehat: kegiatan dilaksanakan di area madrasah yang bersih, nyaman, dan mendukung pembiasaan hidup sehat. Melalui praktik wudlu ini, siswa tidak hanya memahami aspek ibadah, tetapi juga belajar tentang kebersihan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Peran Guru dalam Kegiatan Kegiatan GEFA kali ini melibatkan dua peran penting guru: 1. Guru Pembimbing (PAI) Guru PAI bertugas sebagai narasumber utama dalam kegiatan, yaitu: • Menyampaikan materi tentang rukun, sunnah, dan hal-hal yang membatalkan wudlu. • Menjelaskan hikmah wudlu dalam kehidupan sehari-hari. • Memberikan contoh praktik wudlu sesuai tuntunan syariat. • Mengevaluasi praktik siswa dengan memberikan catatan perbaikan. 2. Guru Pendamping / Fasilitator Kokurikuler Guru pendamping / fasilitator kokurikuler berperan membantu kelancaran jalannya kegiatan, yaitu: • Mengkoordinasikan siswa sesuai kelompok. • Membantu mengatur giliran praktik agar tertib. • Mengawasi jalannya kegiatan di lapangan. • Memberikan arahan tambahan dan motivasi kepada siswa. Kehadiran guru pembimbing dan guru pendamping menjadikan kegiatan berlangsung lebih terarah, efektif, dan tetap dalam suasana ramah anak. Antusiasme dan Manfaat Selama kegiatan, terlihat antusiasme siswa yang begitu tinggi. Mereka berlatih secara bergiliran, mendengarkan arahan guru, dan belajar bersama teman sebaya. Hal ini mencerminkan nilai SRA, di mana pembelajaran dilakukan dengan suasana menyenangkan dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini juga menanamkan kesadaran bahwa wudlu bukan sekadar ritual sebelum shalat, melainkan sarana menjaga kebersihan diri dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Harapan MTsN 6 Jombang berharap kegiatan GEFA berbasis SRA dapat terus berjalan konsisten, sehingga siswa tidak hanya terampil secara praktik ibadah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang religius, sehat, peduli lingkungan, serta memiliki akhlak mulia.[ush]

“Madrasahku Nyaman, Belajarku Menyenangkan”