My Way Of Being Grateful
Umi Samsul Hidayati, S.Ag.
“There are many ways to go to Rome”. It’s a proverb we all hear when we are stuck at a dead end. In a proverbial analogy, I direct the way in a grateful manner. So I also got the quote “Many Ways to Be Grateful for Allah’s Blessings”.
If we want to be honest with ourselves, how we never have time without being grateful. Although some argue that humans are given territory 10% of the opportunity to try according to their will. But that 10% is also because of Rahman and Rahim Allah as well. Then, what can make us say that “This is the result of my efforts”. In fact, just to breathe, we need so much help, just to go to work, we involve so many people. But this should not make us down and give up. We just need to set our mind, namely a sense of being grateful.
So, how do weguide our heart to always be grateful? One of them is to bring up self-confidence or الاعتمادعلىالنفسfirst and establish ourselves that what we get is the best gift that Allah is pleased with. Doing something pleasing to Allah and receiving something pleasing to Allah is called lillahita’ala..
Again, what we needsare time, opportunity, and a little courage to share, including sharing to greet each other and give sincere smiles to anyone, especially those who are with us every day.
Like today, meeting colleagues, capturing the sweetest smile with selfies and sharing the spirit of friendship with friends in this column. Let’s smile first…
Caraku Bersyukur
“Banyak jalan menuju Roma”. Ini adalah pepatah yang sudah umum kita dengarkan ketika mengalami jalan buntu. Beranalog dengan pepatah tersebut saya arahkan jalan dengan cara bersyukur. Maka saya dapatkan juga quote “Banyak Cara Mensyukuri Nikmat Allah”.
Kalau kita mau jujur pada diri sendiri, betapa kita tidak pernah punya waktu tanpa harus bersyukur. Meskipun ada yang berpendapat bahwa manusia diberi wilayah 10% dari peluang untuk berupaya sesuai kemauannya. Tetapi 10% itu pun atas Rahman dan Rahim Allah juga. Lalu apa yang bisa membuat kita bisa berkata bahwa “Ini adalah hasil usaha saya”. Padahal untuk sekedar bernafas saja kita butuh begitu banyak pertolongan, sekedar berangkat ke tempat kerja saja kita melibatkan banyak orang. Tapi ini tidak boleh membuat kita terpuruk dan berputus asa. Kita perlu membimbing hati untuk bisa selalu bersyukur.
Nah, bagaimana cara membimbing hati untuk bisa selalu bersyukur? Salah satunya adalah dengan memunculkan rasa percaya diri atau الاعتماد على النفس terlebih dulu dan memantaskan diri bahwa apa yang kita dapatkan adalah pemberian yang terbaik yang Allah ridla. Melakukan sesuatu yang Allah rida dan menerima sesuatu yang Allah rida, itu yang disebut lillaahi ta’ala.
Lagi-lagi yang kita perlukan adalah waktu, peluang, dan sedikit energi berani untuk berbagi, diantaranya adalah berbagi untuk saling sapa dan beri senyum tulus kepada siapapun, terutama yang setiap hari ada bersama kita.
Seperti hari ini, bertemu mitra sejawat, mengabadikan senyum termanis dengan selfi dan membagikan semangat persahabatan kepada teman-teman di kolom ini. Mari senyum dulu…
